Buleleng — Mahasiswa memulai kegiatan magang di Kantor Pertanahan Kabupaten Buleleng dengan mengikuti apel pagi bersama seluruh jajaran pegawai, sebagai bagian dari rutinitas sebelum pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui apel tersebut, mahasiswa mengenal budaya kerja di lingkungan Kantor Pertanahan, di mana pimpinan menyampaikan arahan mengenai pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, profesionalisme, dan komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan pertanahan yang berkualitas, sekaligus menjadi sarana evaluasi pekerjaan dan koordinasi program kerja.
Setelah apel, mahasiswa diperkenalkan kepada seluruh pegawai dan diberikan penjelasan mengenai struktur organisasi, tugas dan fungsi masing-masing seksi, serta mekanisme pelayanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Buleleng. Pada tahap awal, mahasiswa lebih banyak melakukan observasi terhadap proses administrasi, alur pengelolaan dokumen, serta tata cara pelayanan kepada masyarakat, sebagai bekal pemahaman mengenai penyelenggaraan pelayanan pertanahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.
Salah satu rutinitas yang dijalani mahasiswa selama magang adalah membantu proses pencarian buku tanah untuk keperluan pengecekan oleh petugas. Meski tampak sebagai pekerjaan administratif, kegiatan ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelayanan pertanahan kepada masyarakat. Proses pencarian diawali dengan menerima informasi mengenai nomor hak atau data bidang tanah yang akan diperiksa, dilanjutkan dengan penelusuran arsip buku tanah secara teliti sesuai sistem penyimpanan yang berlaku. Ketelitian menjadi aspek utama dalam proses ini, mengingat buku tanah merupakan dokumen negara yang memuat data yuridis mengenai status hak atas tanah dan menjadi dasar berbagai pelayanan pertanahan. Setelah ditemukan, buku tanah tersebut diserahkan kepada petugas berwenang untuk diproses lebih lanjut, dengan tetap memperhatikan ketertiban administrasi, keamanan dokumen, dan prinsip kehati-hatian guna menjaga keutuhan serta keaslian arsip.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa setiap tahapan dalam administrasi pertanahan saling berkaitan dan berperan penting dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel. Pengalaman ini turut melatih mahasiswa untuk bekerja secara sistematis, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan gambaran bahwa keberhasilan pelayanan pertanahan tidak hanya bergantung pada proses pengambilan keputusan, tetapi juga didukung oleh pengelolaan arsip yang tertib dan akurat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kepastian hukum di bidang pertanahan.





